BERAT YANG TAK DIRINDUKAN


“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid, Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” [Al-A‟raf (7):31]

Yuma (43 tahun) bapak tiga anak cemas melihat jarum timbangan yang menunjuk ke angka 90 kg. Padahal ketika baru menikah beratnya hanya 65 kg. Perubahan ini menyebabkan Yuma menjadi agak minder karena dia tidak lagi selincah dulu. Tubuhnya yang tambun menyebabkannya kesulitan mencari ukuran pakaian, kesulitan dalam beraktivitas bahkan malu berenang.
Keadaan Yuma dialami oleh banyak orang di Indonesia. Menurut laporan National Geographic (2014) terdapat lebih dari 40 juta orang dewasa di Indonesia yang obesitas atau kegemukan. Jumlah itu setara dengan jumlah penduduk Jawa Barat. Tak heran jika Indonesia masuk 10 besar negara dengan orang gemuk terbanyak di dunia. Beberapa negara yang memiliki masalah sama telah mengeluarkan sejumlah regulasi bagi penduduknya seperti Jepang dan UEA. 
Di Jepang terdapat sebuah peraturan yang mewajibkan tiap warga Jepang memiliki lingkar pinggang maksimal sekitar 80 sentimeter bagi lelaki di atas usia 40 tahun, dan 90 sentimeter untuk perempuan pada umur yang sama. Bagi yang melanggar, akan dikenai sanksi berupa kenaikan pajak. Pemerintah Dubai membuat sebuah tantangan bagi warganya yang mampu menurunkan berat badan dalam waktu 30 hari akan mendapatkan emas. Siapa yang berhasil menurunkan 2 kilogram akan mendapatkan emas seberat 2 gram dengan harga sekitar Rp 1 juta rupiah. Bahkan pemerintah juga mengeluarkan kebijakan melarang minum soda berukuran besar. 
Obesitas adalah masalah yang tak kunjung teratasi di berbagai belahan dunia. Apa sih sebenarnya yang disebut Obesitas itu?
Obesitas atau yang dikenal dalam bahasa sehari-sehari dikenal dengan kegemukan dialami oleh hampir oleh seluruh kelompok masyarakat dan setiap zaman, mulai dari zaman dahulu kala hingga zaman moderen saat ini. Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.
Pada masa dan kelompok masyarakat tertentu, kegemukan dianggap sebagai suatu hal yang wajar saja. Bahkan pada sebagian kelompok atau budaya tertentu, obesitas menjadi suatu kebanggaan karena dikaitkan dengan kesejahteraan dan tingkat ekonomi. Namun kini kita mulai menyadari bahwa obesitas merupakan suatu kelainan degeneratif yang berbahaya dan dapat beresiko terhadap timbulnya berbagai penyakit. Di saat asupan gizi berlebih dan kurangnya aktivitas fisik akan menjadi pemicu timbulnya obesitas.
Islam, agama yang sempurna telah memberikan rambu-rambu sejak 14 abad yang lalu tentang masalah ini. Mengamalkan ajaran Islam, selain mendatangkan keberkahan hidup juga mendatangkan keridaan dari Allah SWT. Nah, apa saja solusi dan cara pencegahan Islam untuk masalah obesitas ? Yuk, kita cek beberapa ayat ini.
1.      Al Qur’an Surat Al Balad : 24 dan Al Maidah : 88
“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya” (Al Balad:24)

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya” (Al Maidah : 88)
Ayat-ayat ini memiliki makna yang sangat luas. Bukan saja secara agama tapi juga kesehatan. Bukankah titik berat makanan yang dianjurkan dalam Islam adalah yang halal dan thoyyib. Salah satu aplikasinya ya, dalam pola makan kita. Selama yang kita makan halal dan thayyib pasti berkah dan menyehatkan. Bagaimana dengan makanan yang mengandung gula dan lemak? Nah, untuk yang satu ini silakan buka www.ketofastosis.com.
2.      Al Qur’an surat Al A’raf : 31
“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A‟raf (7):31)

Ayat ini sangat bermanfaat untuk mengerem semua nafsu kita, bukan saja nafsu makan tapi juga nafsu belanja dan nafsu lain. Karena Allah menganjurkan kita makan dan minum tapi tidak berlebih-lebihan. Jadi ketika ada keinginan untuk ngemil atau jajan secara berlebihan, ayat ini bisa menjadi pegangan untuk kita amalkan.

3.      Surat Al Baqarah : 183-185 tentang Shaum (berpuasa)

Umat Islam memiliki kewajiban Shaum (puasa) yang sangat spesial. Lama puasanya 30 hari. Mengapa harus 30 hari ? pastilah banyak rahasia yang terkandung di dalamnya. Salah satunya adalah membersihkan racun yang ada di lambung dan tubuh kita karena makanan yang berlebihan. Jadi sebenarnya dengan puasa, umat Islam punya program diet yang sangat bagus. Sayangnya, masih banyak yang salah kaprah dalam melaksanakan puasa. Bukannya berat badan menurun saat puasa, malah bertambah.

4.      Berolahraga, antara lain hadits yang dikeluarkan oleh Imam An Nasa’i dalam Sunan-nya

Muhammad bin Wahb Al Harrani mengabarkan kepadaku, dari Muhammad bin Salamah, dari Abu Abdirrahim, ia berkata: Abdurrahim Az Zuhri menuturkan kepadaku, dari ‘Atha bin Abi Rabbah, ia berkata: aku melihat Jabir bin Abdillah Al Anshari dan Jabir bin Umairah Al Anshari sedang latihan melempar. Salah seorang dari mereka berkata kepada yang lainnya: aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
setiap hal yang tidak ada dzikir kepada Allah adalah lahwun (kesia-siaan) dan permainan belaka, kecuali empat: candaan suami kepada istrinya, seorang lelaki yang melatih kudanya, latihan memanah, dan mengajarkan renang”.
 Empat hal yang telah diuraikan di atas merupakan panduan yang bisa kita jadikan pegangan dalam menjaga kesehatan kita. Bila penduduk Indonesia yang mayoritas muslim melaksanakan anjuran ini, maka masalah obesitas akan dapat ditanggulangi.
Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.
Wallohu a’lam bishshowab

Daftar Pustaka
Hardisman, pencegahan penyakit degeneratif dan pengaturan makanan dalam kajian kedokteran dan al-quran, Majalah Kedokteran Andalas no.1. Vol.34. Januari-Juni 2010, p. 39-50



Komentar

Postingan Populer